Ayolinx

Apa Itu Kliring? Pengertian, Manfaat, Jenis dan Cara Kerjanya

kliring-adalah
Pernah bertanya-tanya bagaimana bank menyelesaikan transaksi besar antar lembaga? Atau kenapa dana dari cek atau giro tidak langsung masuk ke rekening? Jawabannya ada pada satu sistem penting bernama kliring.Dalam dunia perbankan, kliring adalah salah satu proses vital yang membantu kelancaran transaksi antar bank. Yuk, kita bahas mulai dari pengertian, manfaat, hingga proses di balik layar dari sistem kliring ini.

Apa Itu Kliring?

Secara sederhana, kliring adalah proses pertukaran data transaksi antar peserta (biasanya antar bank), untuk kemudian dihitung dan diselesaikan pada waktu tertentu.

Menurut KBBI, kliring adalah penyelesaian pembukuan antar bank dengan cara memindahkan saldo dari satu pihak ke pihak lain yang berhak.

Misalnya, kamu menulis cek dari Bank A, lalu diserahkan ke penerima yang memakai Bank B. Sebelum dana berpindah, bank perlu menyamakan data, memverifikasi keabsahan transaksi, dan baru menyelesaikan pembayaran. Proses inilah yang disebut kliring.

Kenapa Kliring Penting? Ini Manfaatnya

Kliring bukan cuma proses administratif biasa. Sistem ini punya berbagai manfaat, antara lain:

  1. Mengotomatisasi proses transaksi antar bank
  2. Mengurangi risiko kesalahan dan fraud
  3. Memberikan kepastian dana bagi nasabah
  4. Menekan biaya operasional antar lembaga keuangan
  5. Membantu regulator mengawasi transaksi keuangan nasional

Dengan sistem yang tertata, kliring menjaga stabilitas dan efisiensi dalam ekosistem perbankan.

Baca Juga: Apa Itu Payment Gateway? Alur, Manfaat dan Cara Kerjanya

Bagaimana Cara Kerja Kliring?

Berikut tahapan kliring versi Bank Indonesia:

  1. Bank mengumpulkan transaksi dari nasabah (contoh: cek atau bilyet giro).
  2. Data dikirim ke lembaga kliring (bisa BI atau lembaga yang ditunjuk).
  3. Dilakukan pencocokan data dan perhitungan saldo antar bank.
  4. Dana dipindahkan dari bank pengirim ke bank penerima.
  5. Laporan hasil disampaikan ke masing-masing bank.

Sistem ini bisa berlangsung harian, tergantung kebijakan dan jenis kliring yang digunakan.

Jenis-Jenis Kliring

1. Kliring Umum

Kliring Umum adalah jenis kliring yang diselenggarakan dan diawasi secara langsung oleh Bank Indonesia. Proses ini dilakukan pada tingkat nasional, dimana berbagai bank saling bertukar data transaksi melalui sistem yang telah ditentukan.

Karena berada di bawah pengawasan pusat, kliring umum memiliki standar operasional yang ketat dan seragam, sehingga sangat cocok digunakan untuk penyelesaian transaksi antar bank yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

2. Kliring Lokal

Kliring Lokal merupakan kliring yang dilaksanakan di tingkat wilayah atau daerah tertentu dan tidak diawasi langsung oleh Bank Indonesia. Meski demikian, pelaksanaannya tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Dalam praktiknya, kliring lokal memungkinkan penyelesaian transaksi keuangan antar bank yang beroperasi dalam satu wilayah geografis, sehingga dapat mempercepat proses dan efisiensi pertukaran data serta dana.

3. Kliring Antarcabang

Kliring Antarcabang adalah proses kliring yang terjadi antar kantor cabang dalam satu jaringan bank yang sama. Sistem ini berguna untuk memperlancar transaksi keuangan yang dilakukan di wilayah yang memiliki lebih dari satu cabang bank yang sama.

Karena masih berada dalam satu institusi, proses kliring antarcabang umumnya lebih sederhana dan efisien dibandingkan dengan kliring umum atau lokal, namun tetap mengikuti prosedur yang berlaku secara internal.

Baca Juga: Cara Integrasi Payment Gateway Dengan Mudah untuk Bisnis

Apakah Kliring Sama dengan Transfer?

Aspek Kliring Transfer
Waktu Proses 2–3 hari kerja Real-time atau instan
Tujuan Umum Transaksi massal (cek, giro, dll) Transaksi individu/personal
Sistem Pendukung Melalui lembaga kliring Langsung antar bank atau sistem
Biaya Lebih murah Kadang lebih mahal (terutama RTGS)

Bagaimana Proses Kliring di Bank Indonesia?

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memegang peran penting dalam sistem kliring nasional.

  1. Bank-bank mengirim data transaksi mereka ke sistem BI.
  2. BI mencocokkan informasi dan menghitung saldo yang harus diselesaikan.
  3. BI memindahkan dana antar bank sesuai hasil perhitungan.
  4. Semua dilakukan secara elektronik agar lebih cepat dan akurat.

Sistem Kliring BNI (SKBNI)

Salah satu contoh sistem kliring di Indonesia adalah SKBNI (Sistem Kliring Bank Nasional Indonesia). Di sini, dikenal dua tipe transaksi utama:

  1. Kliring Debet: Dana didebet dari rekening nasabah, contohnya saat belanja pakai kartu debit.
  2. Kliring Kredit: Dana dimasukkan ke rekening nasabah, contohnya saat menerima transfer dari bank lain.

Baca Juga: Apa Itu Gateway? Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Mekanisme dan Sistem Kliring

Mekanisme:

  1. Kliring Penyerahan: Pengiriman instrumen seperti cek/giro untuk diselesaikan.
  2. Kliring Pengembalian: Jika transaksi ditolak, dikembalikan ke pengirim.

Sistem Kliring:

  1. Manual: Masih pakai proses manual (jarang digunakan sekarang).
  2. Semi Otomatis: Campuran manual dan otomatis.
  3. Elektronik: Menggunakan sistem komputer untuk seluruh proses.
  4. Otomatis Penuh: Tanpa campur tangan manusia, semuanya digital.

Contoh Instrumen yang Digunakan dalam Kliring

  1. Cek: Surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak penerima (pemegang cek).
  2. Wesel: Surat berharga berisi perintah tanpa syarat dari penarik kepada pihak tertarik untuk membayar sejumlah uang kepada penerima pada waktu tertentu.
  3. Bilyet Giro: Surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan sejumlah dana dari rekeningnya ke rekening penerima. Berbeda dengan cek, bilyet giro tidak bisa diuangkan langsung.
  4. Nota Debet: Dokumen yang digunakan bank pengirim untuk mendebit (mengurangi) rekening bank penerima dalam proses kliring.
  5. Warkat lainnya yang disetujui oleh Bank Indonesia: Instrumen pembayaran non-tunai lainnya yang diakui dan diatur oleh Bank Indonesia, misalnya surat pemindahbukuan atau instrumen elektronik tertentu.

Kliring vs RTGS, Mana Lebih Cepat?

Fitur Kliring RTGS (Real Time Gross Settlement)
Kecepatan 1–3 hari kerja Instan
Biaya Lebih murah Cenderung lebih mahal
Tujuan Massal, jumlah sedang Besar, satu per satu
Waktu Operasi Jam kerja tertentu Umumnya real-time (tergantung bank)

Baca Juga: Sistem Pembayaran: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya

Kesimpulan

Kliring adalah sistem penting yang menopang dunia perbankan di balik layar. Mulai dari transaksi cek, giro, hingga transfer antar bank, semuanya diatur dengan sistem kliring untuk memastikan kelancaran dan keamanan.

Dengan teknologi yang terus berkembang, proses kliring kini semakin cepat dan efisien. Jadi, meski mungkin kita tidak melihatnya langsung, kliring adalah bagian tak terlihat yang menjaga keuangan tetap berjalan dengan lancar setiap hari.

Bagikan Artikel Ini

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Table of Contents