Ayolinx

Peluang Usaha Angkringan: Modal, Keuntungan, dan Tips Sukses untuk Pemula

Berapa Modal Buka Usaha Angkringan?

Usaha angkringan merupakan salah satu bentuk bisnis kuliner yang sudah melekat dalam budaya Indonesia, terutama di daerah Jawa. Ciri khasnya terletak pada gerobak sederhana, menu makanan rumahan yang murah meriah, dan suasana hangat yang membuat pelanggan betah duduk berlama-lama.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini tergolong kecil, namun potensi keuntungannya cukup besar jika dikelola dengan baik. Dengan modal sekitar Rp7–10 juta, kamu sudah bisa membuka usaha angkringan sederhana di lokasi strategis. Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini!

Peluang Usaha Angkringan

Peluang usaha angkringan sangat cerah karena beberapa faktor utama. Pertama, permintaan terhadap makanan murah dan praktis terus meningkat, terutama di daerah padat penduduk seperti sekitar kampus, perkantoran, dan kawasan industri. Kedua, konsep “nongkrong santai” menjadi gaya hidup masyarakat urban saat ini, membuat angkringan relevan di berbagai segmen pasar.

Selain itu, angkringan kini tidak hanya identik dengan tempat sederhana. Banyak pelaku usaha yang berhasil membuat konsep angkringan modern atau kekinian, misalnya dengan desain estetik, tambahan menu kopi susu, dan sistem pembayaran digital. Dengan inovasi ini, usaha angkringan bisa menjangkau anak muda dan kalangan pekerja yang ingin makan hemat tapi tetap nyaman.

Cara Memulai Usaha Angkringan

  1. Lakukan Riset Pasar dan Lokasi
    Temukan area dengan lalu lintas tinggi seperti dekat kampus, kos-kosan, pabrik, atau pasar. Pastikan juga kompetitor di area tersebut tidak terlalu padat agar peluangmu lebih besar.
  2. Tentukan Konsep dan Menu Andalan
    Menu klasik seperti nasi kucing, sate usus, tempe mendoan, dan gorengan tetap jadi primadona. Namun, kamu juga bisa menambah variasi seperti nasi telur, kopi susu, atau minuman kekinian untuk menarik segmen muda.
  3. Persiapkan Peralatan dan Gerobak
    Gunakan gerobak kayu atau tenda khas angkringan dengan lampu kuning hangat agar terlihat menarik di malam hari. Pastikan peralatan masak dan wadah makanan bersih dan higienis.
  4. Siapkan Modal dan Perencanaan Keuangan
    Hitung semua kebutuhan awal secara detail, termasuk modal harian untuk bahan baku. Dengan perencanaan matang, kamu bisa memperkirakan kapan balik modal.
  5. Promosikan Usaha di Media Sosial
    Buat akun Instagram atau TikTok khusus angkringanmu. Konten sederhana seperti video proses memasak atau suasana pelanggan bisa menarik banyak calon pembeli.
  6. Gunakan Pembayaran Digital
    Di era cashless, pastikan pelanggan bisa membayar lewat QRIS atau payment gateway seperti Ayolinx agar transaksi lebih praktis dan efisien.

Contoh Rincian Modal Usaha Angkringan

Kebutuhan

Estimasi Biaya

Gerobak / Tenda Angkringan

Rp 3.000.000

Kompor dan Tabung Gas

Rp 600.000

Peralatan Masak dan Alat Makan

Rp 800.000

Bahan Baku Awal (beras, lauk, minuman, bumbu)

Rp 1.000.000

Meja, Kursi, dan Lampu

Rp 1.000.000

Biaya Sewa Tempat per Bulan

Rp 1.000.000

Promosi Awal (spanduk, media sosial, banner)

Rp 400.000

Lain-lain (kebersihan, kantong plastik, dll)

Rp 500.000

Total Estimasi Modal Awal

± Rp 8.300.000

Dengan modal sekitar Rp 8–9 juta, kamu sudah bisa memulai usaha angkringan kecil di lokasi strategis. Jika dikelola dengan baik, modal ini bisa kembali dalam waktu 3–5 bulan.

Keuntungan Usaha Angkringan

Keuntungan usaha angkringan bisa dibilang menarik dan stabil. Rata-rata omzet harian berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta tergantung lokasi dan menu yang dijual. Jika diakumulasikan, omzet bulanan bisa mencapai Rp 15–30 juta.

Setelah dikurangi biaya operasional (bahan baku, sewa tempat, dan gaji karyawan), keuntungan bersih yang bisa didapatkan adalah sekitar Rp 5–10 juta per bulan. Angka ini bisa meningkat jika kamu menawarkan sistem pre-order atau membuka cabang di beberapa titik strategis.

Selain keuntungan finansial, usaha ini juga memberi kepuasan sosial karena menjadi tempat berkumpul dan berbagi cerita bagi banyak orang — sesuai dengan filosofi angkringan sebagai “tempat rakyat kecil menikmati hidup dengan sederhana.”

Risiko Usaha Angkringan

  1. Cuaca Buruk
    Karena kebanyakan angkringan beroperasi di ruang terbuka, hujan bisa mengurangi jumlah pengunjung.
  2. Persaingan yang Ketat
    Banyaknya usaha serupa di lokasi strategis menuntut inovasi agar pelanggan tetap setia.
  3. Harga Bahan Pokok Naik
    Kenaikan harga beras, minyak, atau lauk bisa menekan margin keuntungan jika tidak disesuaikan dengan harga jual.
  4. Kualitas dan Kebersihan
    Jika tidak dijaga, cita rasa dan reputasi bisa menurun sehingga pelanggan enggan kembali.

Namun, risiko tersebut bisa diatasi dengan manajemen stok yang baik, menjaga kebersihan, dan memperbaiki pelayanan pelanggan agar lebih ramah dan cepat.

Tips Sukses Usaha Angkringan

  • Gunakan konsep berbeda seperti “Angkringan Modern” atau “Angkringan Kopi Nusantara” untuk menarik perhatian.
  • Buat menu promo mingguan seperti “Jumat Hemat” atau “Paket Nasi Kucing 10K”.
  • Gunakan bahan lokal berkualitas agar rasa makanan tetap konsisten.
  • Jaga suasana hangat dan ramah agar pelanggan merasa seperti di rumah sendiri.
  • Gunakan sistem pembukuan digital dan pembayaran online agar lebih profesional dan efisien.

Permudah transaksi usahamu dengan Ayolinx, solusi payment gateway Indonesia yang bisa menerima berbagai metode pembayaran mulai dari QRIS, e-wallet (GoPay, OVO, DANA, ShopeePay), kartu debit, hingga virtual account bank.

Dengan Ayolinx, kamu tak perlu repot mencatat transaksi manual. Semua tercatat otomatis, cepat, dan aman! Cocok untuk usaha kuliner, termasuk angkringan, kafe, dan warung makan.

Yuk, daftarkan bisnis angkringanmu di Ayolinx dan rasakan kemudahannya sekarang juga!

 

Bagikan Artikel Ini

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Table of Contents